Cinta Terlarang I
08 Jan 2011 Leave a Comment
“Cepet dong De. Lamaa banget sih kamu. Udah jam berapa nih?” kataku kepada kembaranku ini. “Iya Ady sabar sedikit kenapa?” jawab Ade. Ya Aku dan Ade memang kembar. Tetapi kami tidak kembar identik. Kami kembar fraternal atau dizigot. yang berasal dari dua sperma yang dibuahi dua telur secara pisah. Banyak yang tidak mengetahui kalau aku dan Ade kembar. Mungkin karena aku dan dia tidak mirip. Dan namanya pun tak hampir mirip. Aku Ady Herdianto dan kembaranku Ade Afriyanti. Waktu kamu SD dulu kami satu sekolah dan mereka menyangka kami kembar karena tanggal lahir yang sama. Namun sekarang setelah kami lulus SD kami pisah sekolah juga pisah rumah. Ayah dan ibuku cerai. Aku tak begitu mengerti mengapa mereka bercerai. Jika aku bertanya orang tua ku tak ingin memberitahunya kepada ku dan juga Ade. Aku ikut tinggal bersama ayah. Sedangkan Ade ikut tinggal bersama ibu. Tetapi orang tua ku seperti tidak ingin mengenal satu sama lain lagi. Mungkin mereka sudah saling benci.
Ayah menikah lagi dengan wanita lain. Dan mungkin ku rasa ibu tak tahu hal ini. Aku hidup bahagia dengan ayah dan ibu tiriku. Tidak seperti dicerita-cerita kalau ibu tiri selalu jahat. Ibu tiri ku sangat baik. Dia menyayangiku dan juga ayahku. Aku sekarang mempunyai adik. Adik dari ibu tiriku. Gita Agustina namanya. Aku cukup akur dengannya. Ayah pernah bilang kalau aku harus menjaga adikku Gita. Gita masih duduk di kelas 6 SD dan aku sudah duduk di kelas 8 SMP.
Cepetin aja ya alurnya
4 tahun kemudian.
Pada suatu hari aku, Gita, ayah, juga ibu pergi ke salah satu mall di kotaku untuk merayakan hari ulang tahunku yang ke 17. Ketika Gita, ayah, dan juga ibu sedang menunggu pesanan untuk kami aku izin ke toilet. Karena tidak hati-hati aku menabrak seorang perempuan cantik yang sedang berjalan. “Uppss sori aku gak sengaja” kataku tanpa melihat wajahnya. “Ngak papa kok.” jawabnya singkat. Ketika aku dan dia saling berhadapan tiba-tiba “Ady?” ucapnya. “ade?” tak kalah kaget aku dibuatnya.
“Sekarang Ady pangling ya sampe-sampe aku gak ngenalin deh. Oh iya Happy Birthday ya Dy, semoga jadi yang lebih baik lagi. ” kata Ade. “Iya amiiiin. Kamu juga ulang tahun kan? Happy birthday juga ya De. Kamu sama siapa ke sini?” tanya ku. “Aku kesini sendiri Dy.” jawabnya singkat. “Hem.. ibu mana? Gimana keadaan nya? Baik-baik saja bukan?” tanyaku panjang lebar. Ade menunduk dan lalu berkata “Ibu sudah tak ada Dy, ibu sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Karena penyakitnya, dan kau tahu apa penyakit ibu?” tanyanya. “Apa?” jawabku terbawa ceritanya. “Ibu menderita kanker otak. Maka itu ibu menceraikan ayah. Karena ibu tidak kuat jika harus melihat ayah nangis terus-terusan dan ibu gak mau ngerepotin ayah.” katanya menjelaskan. “Inalillahi wainaliahi rojiun. Sekarang kamu tinggal sama siapa De?” tanyaku. “Aku tinggal sendiri. Aku bekerja sebagai guru les privat yang upahnya lumayan untuk bisa hidup di kota ini.” jawabnya. ‘Kau hebat Ade. Kau memang adikku yang paling hebat. Mungkin aku gak bisa jadi sepertimu.’ bisik batinku. Tiba-tiba ponsel ku berdering. ‘Astaga aku lupa kalau aku sedang makan bareng keluargaku. Segera aku matikan ponselku, lalu “Kenapa gak diangkat Dy? Dari cewekmu ya? Wahh Ady sekarang udah punya pacar yah?” canda Ade. “Ikut aku yuk?” aku tak mempedulikan candaannya, dan ku tarik tangan nya memasuki salah satu resto di mall ini. Dan ku lihat ayah melambai-lambaikan tangannya ke arahku. “Ady mau ngapain sih? Lepas dong!” kata Ade.
Sampainya di meja ayah, Gita adik ku pun bertanya “kak Ady itu siapa? Pacar kak Ady yah?”. Aku tak menanggapi pertanyaannya. “Ayo Ade duduk di sini” kataku. Ayah bingung dengan apa yang baru aku omongin. “Ade?” kata ayah heran. “Kau sudah besar nak, tambah cantik pula kau De. Mana ibu? Kenapa ibu mu tak ada di sini?” sambungnya lagi. “Ayah ceritanya panjang yah. Nanti aja dulu. Ade hebat loh yah. Sini De duduk di sampingku.” aku mengajaknya untuk duduk di samping ku. Sementara ibu tiriku (Astrid namanya ceritanya) dan Gita bingung melihat kita. “Ini siapa Dy?” tanya Ade sedikit berbisik sambil melirik ke arah bu Astrid dan Gita. “Itu ibu tiriku dab adikku.” jawabku dengan bisikan pelan. “Ibu, Gita ini kembaran Ady namanya Ade.” kataku. “Ade.” kata Ade sambil mengulurkan tanagnnya ke ibuku. “Bu astrid” ibu menerima tangan Ade yang lembut. “Ade” Ade memperkenalkan dirinya lagi ke Gita. “Gita. Kak Ade cantik ya bu?” kata Gita. Ade hanya tersenyum malu. Dan kami pun makan sambil berbincang-bincang.
Setelah selasai makan, ayah mengajak Ade untuk tinggal bersama kami kembali. Hemm apakah Ade mau tinggal bersama keluarga yang lama? atau tidak?
haha